Penerapan Quantile Regression untuk Peramalan Pemakaian Obat Paracetamol di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh
Abstract
Ketersediaan obat di puskesmas sangat menentukan kontinuitas pelayanan kesehatan, namun perencanaan kebutuhan obat yang masih didominasi metode konvensional berbasis rata-rata pemakaian sebelumnya belum mampu menangkap fluktuasi permintaan yang dinamis. Penelitian ini bertujuan meramalkan pemakaian obat paracetamol di Puskesmas Ibuh Kota Payakumbuh dengan pendekatan Quantile Regression berbasis time series sebagai alternatif metode perencanaan yang lebih informatif. Data yang digunakan bersumber dari catatan bulanan pemakaian paracetamol yang tercatat di LPLPO (Lembar Pemakaian dan Permintaan Obat) Puskesmas Ibuh, periode Januari 2015 hingga September 2025. Tahapan analisis meliputi persiapan dan eksplorasi data, uji normalitas dan linearitas, feature engineering lag berdasarkan plot ACF–PACF, serta moving average, minimum, dan maksimum pemakaian dalam tiga bulan, kemudian pemodelan Quantile Regression pada kuantil 0.5 dan 0.95, dan evaluasi menggunakan pinball loss dan prediction interval coverage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mengikuti pola tren pemakaian dengan nilai pinball loss yang rendah sebesar 0,0124 untuk kuantil 0.5 dan 0,0011 untuk kuantil 0.95 dengan prediction interval coverage sekitar 42,31% (mendekati 45%), yang mengindikasikan interval kuantil cukup ketat namun sudah mulai merepresentasikan variasi kebutuhan obat. Secara praktis, pendekatan ini memberikan gambaran kebutuhan tipikal dan kebutuhan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk penetapan stok operasional dan manajemen risiko kekosongan obat di puskesmas.