Pemetaan Risiko Penyakit Diare di Jawa Timur dengan Analisis Klaster K-Means Berbasis Indikator Sosial dan Kesehatan

Authors

  • Amellia Harmaimun Hidayah UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Diana Novitasari UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Dwi Arman Prasetya UPN "Veteran" Jawa Timur

Keywords:

Diare, K-Means Clustering, Sanitasi, Sosial Ekonomi, Jawa Timur

Abstract

Penyakit diare masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutama di Provinsi Jawa Timur yang mencatat jumlah kasus tinggi dengan distribusi tidak merata antarwilayah. Ketimpangan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas kesehatan berperan besar dalam perbedaan tingkat risiko penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Jawa Timur berdasarkan tingkat risiko penyakit diare menggunakan metode K-Means Clustering. Penelitian bersifat kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik tahun 2023 yang mencakup 38 kabupaten/kota. Variabel yang digunakan meliputi jumlah kasus diare, akses air minum dan sanitasi layak, tingkat kemiskinan, kepadatan penduduk, dan jumlah puskesmas. Analisis dilakukan melalui tahapan pra-pemrosesan data, standarisasi dengan metode Z-Score, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow dan Silhouette Score, serta evaluasi dengan Calinski Harabasz dan Davies Bouldin Index. Hasil penelitian menghasilkan lima klaster dengan tingkat risiko berbeda. Wilayah Tapal Kuda dan Madura termasuk kategori risiko tinggi, sedangkan kota-kota besar seperti Malang dan Mojokerto tergolong rendah. Temuan ini menegaskan bahwa K-Means mampu menggambarkan pola spasial risiko diare secara komprehensif dan dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan kesehatan berbasis data dan pemerataan pelayanan publik di Jawa Timur.

Downloads

Published

12-01-2026