Penentuan Prioritas Penanganan Kemiskinan Menggunakan WASPAS melalui Optimasi Bobot Fuzzy AHP dengan Particle Swarm Optimization
Abstract
Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensi yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Ketidaktepatan sasaran penerima bantuan menunjukkan perlunya pendekatan penentuan prioritas penanganan yang lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini menerapkan integrasi metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) dan fuzzy logic untuk menentukan prioritas penanganan kemiskinan dengan mempertimbangkan unsur ketidakpastian dalam penilaian indikator sosial ekonomi. Metode yang digunakan diawali dengan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) untuk menentukan bobot kriteria. Proses pembobotan ini kemudian di optimasi menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) guna mengurangi subjektivitas pakar dan meningkatkan stabilitas bobot. Hasil menunjukkan bahwa nilai Consistency Ratio (CR) sebelum optimasi sebesar 0,1002 dan setelah optimasi menjadi 0,1000, menandakan bahwa matriks perbandingan telah mencapai tingkat konsistensi paling ideal yang masih berada dalam batas toleransi (CR ≤ 0,1). Hal ini menunjukkan bahwa struktur penilaian pakar berada pada kondisi optimal. Hasil pembobotan Fuzzy AHP menghasilkan bobot akhir untuk masing-masing kriteria, yaitu: Konsumsi (0,4295), Kesehatan (0,2241), Ekonomi (0,1580), Perumahan (0,1214), dan Pendidikan (0,0670). Bobot ini kemudian digunakan sebagai input pada metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) untuk melakukan evaluasi dan pemeringkatan alternatif rumah tangga miskin. Integrasi antara Fuzzy AHP, PSO, dan WASPAS terbukti mampu menghasilkan bobot yang lebih stabil serta pemeringkatan yang konsisten terhadap tingkat kerentanan kemiskinan rumah tangga. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan integratif MCDM berbasis data dapat mendukung proses perumusan kebijakan penanganan kemiskinan secara lebih objektif, akurat, dan tepat sasaran di tingkat daerah.