Perbandingan Metode K-Prototypes dan K Medoids dengan Gower Distance dalam Klasterisasi Prioritas Penanganan Stunting di Jawa Timur
Abstract
Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa
Timur yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi, dan kesehatan yang beragam. Upaya
penanganan stunting perlu dilakukan berdasarkan prioritas wilayah dengan kondisi
serupa agar intervensi dapat lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan kinerja metode K-Prototypes dan K-Medoids dengan Gower Distance
dalam mengelompokkan kabupaten/kota di Jawa Timur berdasarkan indikator penyebab
stunting. Variabel yang digunakan meliputi cakupan ASI eksklusif, akses sanitasi aman,
ketidakcukupan pangan, imunisasi lengkap, angka kemiskinan, gini ratio, dan prevalensi
stunting. Proses klasterisasi dilakukan menggunakan Python dengan tahapan
pembersihan data, normalisasi, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode
Elbow, serta evaluasi kualitas klaster menggunakan Silhouette Score dan Davies Bouldin
Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode K-Prototypes menghasilkan
struktur klaster yang lebih baik dengan nilai Silhouette Score sebesar 0.4317 dan DBI
sebesar 0.8080, dibandingkan K-Medoids dengan nilai Silhouette Score 0.2898 dan DBI
1.3569. Klasterisasi menghasilkan tiga kelompok wilayah prioritas, yaitu klaster prioritas
tinggi, sedang, dan rendah, berdasarkan kondisi sosial-ekonomi dan kesehatan
masyarakat. Dengan demikian, metode K-Prototypes dinilai lebih efektif untuk
mengelompokkan data campuran dalam analisis prioritas penanganan stunting di Jawa
Timur.
Keywords : K-Prototypes, K-Medoids, Gower Distance, Klasterisasi, Stunting, Jawa
Timur